Skip to content

STANDAR ISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VI

20 Januari 2011

STANDAR ISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VI

Semester I

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Akhlak

 

Menghindari perilaku tercela

 

 

  • Menghindari perilaku dengki seperti abu lahab dan abu jahal

 

  • Menghindari perilaku bohong seperti musailamah al kazab

 

 

 

Semester II

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Akhlak

Membiasakan perilaku terpuji

 

 

  • Meneladani perilaku kegigihan perjuangan kaum muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik

 

  • Meneladani perilaku tolong-menolong kaum anshor dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik

 

 

MENGHINDARI PERILAKU TERCELA ABU LAHAB, ABU JAHAL,

DAN MUSAILAMAH AL-KAZAB

Perbuatan tercela adalah perbuatan buruk yang apabila dilakukan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Misalnya : perbuatan iri dengki, sombong, dan suka berbohong.

  1. A. Perilaku Dengki Abu Lahab Dan Abu Jahal

Dengki adalah perasaan tidak senang dan marah melihat orang lain mendapatkan keberuntungan atau kebahagiaan dari allah saw.

Abu lahab dan abu jahal merupakan orang yang selalu menghalangi bahkan mencoba membunuh rasulullah SAW dalam berdakwah, mereka dengki dengan keberhasilan rasulullah SAW dalam menyebarluaskan ajaran islam.

Mereka tidak pernah bosan menghasut kaum quraisy untuk menjauhi rasulullah SAW, akan tetapi allah swt selalu membela orang-orang yang dikasihi-Nya.

Itulah sikap dengki abu lahab dan abu jahal, sehingga kedengkian mereka membuat mereka terhina di dunia dan di akhirat.

 

  1. B. Perilaku Bohong Musailamah Al-Kazab

Bohong adal brkata tidak jujur atau dusta.  Musailamah al kazab, dia mengaku sebagai seorang nabi. Dan dengan kepandaiannya dalam bidang sastra, dia merangkai syair-syair untuk menandingi al-quran. Dia membuat berita-berita dan peraturan agama yang bohong sepeninggalan rasulullah SAW.

Perilaku bohong merupakan salah satu tanda orang munafik. Seperti yang dijelaskan rasulullah SAW dalam sabdanya:

 

MENELADANI PERILAKU TERPUJI KAUM MUHAJIRIN

DAN ANSHAR

Rasulullah saw bersabda yang artinya, “berpeganglah pada sunahku dan sunah khulafaur rasyidin”. Pernyataan rasulullah saw ini merupakan perintah agar kita selalu meneladani perilaku rasulullah saw dan sahabatnya yang saleh.

Sebagai seorang yang hidup bersama rasulullah saw, perilaku kaum muhajirin dan ansar sangat terjaga, karena meraka dapat langsung meneladani perilaku Rasulullah saw.

 

  1. A. Meneladani Kegigihan Kaum Muhajirin

Kaum muhajirin adalah kaum yang pertama kali beriman kepada Rasulullah saw. Dalam membantu Rasulullah saw menegakkan agama islam banyak sekali cercaan, hinaan, dan siksaan dari kaum kafir quraisy terhadap kaum muhajirin. Akan tetapi kaum muhajirin tetap setia menemani Rasulullah saw dalam perjuangannya.

Kebencian kaum kafir quraisy mencapai pada puncaknya, yaitu ketika kaum muslimin diusir dari kota makkah. Setelah pengusiran itu Rasulullah saw beserta sahabat hijrah ke kota taif, akan tetapi di kota itupun mereka mendapatkan penolakan. Akhirnya Rasulullah saw memutuskan kembali ke makkah.

Ketika Rasulullah saw dan sahabat datang di makkah, kekerasan yang dilakukan oleh kafir quraisy semakin menjadi. Akhirnya, Rasulullah saw mendapatkan kabar, bahwa penduduk madinah sangat mengharapkan kehadirannya di sana.

Rasulullah saw beserta sahabatpun hijrah ke madinah. Di madinah Rasulullah saw memulai babak baru dalam menegakkan agama islam. Setelah Rasulullah saw wafat, kaum muhajirinlah yang meneruskan perjuangan dalam menyiarkan panji-panji islam.

Oleh karena itu, hendaklah kita meneladani kegigihan kaum muhajirin, mereka tidak pernah gentar terhadap ancaman dan tetap tabah dalam menghadapi cobaan. Karena mereka yakin allah akan selalu menolong hamba-Nya yang berjuang dalam menegakkan agama-Nya.

 

  1. B. Meneladani Perilaku Tolong Menolong Kaum Ansar

ketika kaum muhajirin meninggalkan kota mekkah, mereka semua tidak membawa harta benda yang mereka miliki. Sesampainya di madinah, kaum anshar menyambut dengan suka cita, mereka memberikan pertolongan dan perlindungan, bahkan mereka memberikan separuh harta yang mereka miliki kepada kaum muhajirin.

Inilah bukti keteladanan yang baik dari kaum anshar dalam ber-ukhwah islamiah. Maka sebagai sesama musli hendaklah kita saling tolong menolong, walaupun kita berbeda negara. Karena seperti itulah kita seharusnya, kita adalah satu tubuh, apabila ada bagian tubuh yang sakit maka tubuh yang lain merasakan.

Iklan
2 Komentar
  1. 0821767020 permalink

    thanks Share nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: